27 Januari 2023

Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang Afghanistan dan tewaskan ribuan orang dan ribuan orang luka-luka, Rabu (22/6/2022). USGS mencatat gempa terletak di 44 km dari Kota Khost, Afghanistan tenggara, dan di kedalaman 51 km.Sedangkan menurut Pusat yg Seismologi Mediterania Eropa dikutip dari Reuters, getaran terasa di lebih dari 500 km Afghanistan, Pakistan dan India.Gempa paling mematikan sejak 2002 mengguncang pegunungan di Afghanistan timur, Rabu (22/6) dini hari.”Jumlah korban meninggal diperkirakan akan bertambah karena sejumlah desa berada di lokasi terpencil pegunungan, dan perlu waktu untuk mengumpulkan perincian,” kata petinggi Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Salahuddin Ayubi, dikutip kantor berita Afghanistan, Bakhtar News Agency, Rabu.Foto-foto media setempat menunjukkan rumah-rumah tinggal yang menjadi reruntuhan, sedangkan tubuh-tubuh berbalut selimut tergeletak di tanah. Kerusakan parah terjadi, apalagi jika rumah dan bangunan dibangun seadanya serta kerap terkena longsor.Rekaman dan foto dari Paktika menunjukkan sejumlah pria tampak membawa orang-orang yang cedera sambil menanti helikopter bantuan. Sebagian korban lain tampak dirawat di tempat.Seorang warga tampak mendapatkan infus sambil duduk di kursi plastik di luar rumahnya yang telah menjadi puing. Sementara itu, sejumlah orang lain tampak sedang mencari barang yang tersisa di antara reruntuhan rumah mereka yang terbuat dari tanah liat kering.Helikopter Pemerintah Afghanistan dikerahkan untuk mencari korban cedera dan mengirimkan pasokan obat-obatan serta pangan. Operasi penyelamatan akan menjadi ujian berat bagi pemerintahan baru Afghanistan yang kini ada di tangan Taliban sejak Agustus 2021. Apalagi, kini negeri itu terputus dari sebagian besar bantuan internasional karena sanksi.Menurut ahli seismologi USGS, Robert Sanders, guncangan gempa seperti itu mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan dan korban sedemikian besar seperti di Afghanistan. Namun, angka kematian akibat gempa kerap dipengaruhi oleh letak geografis, kualitas bangunan, dan kepadatan populasi.”Di kawasan pegunungan akan ada longsoran batu dan tanah yang baru kita ketahui belakangan setelah dilaporkan. Bangunan-bangunan tua cenderung runtuh dan hancur,” kata Sanders.”Mengingat padatnya populasi di kawasan tersebut, kita sudah menyaksikan dampak dari gempa serupa pada masa lalu menyebabkan kerusakan signifikan,” katanya.Di Kabul, Perdana Menteri Afghanistan Mohammad Hassan Akhund menggelar rapat darurat di istana kepresidenan. Wakil Juru Bicara Pemerintahan Taliban Bilal Karimi mencicit di Twitter, rapat itu mengoordinasikan bantuan darurat untuk menangani dampak gempa.Sementara itu, koordinator bantuan PBB Ramiz Alakbarov mencicit, “Tanggapan sedang dalam perjalanan.”

Menurut Direktur Jenderal Bakhtar, Abdul Wahid Rayan, Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan mengirimkan sekitar 4.000 selimut, 800 tenda, dan 800 alat masak ke lokasi terdampak gempa.Kelompok bantuan kemanusiaan Italia yang masih ada di Afghanistan, Emergency, mengirimkan tujuh ambulans dan staf ke lokasi yang terdekat dengan lokasi gempa. “Yang kami khawatirkan adalah jumlah korban bertambah banyak, apalagi banyak orang yang mungkin terperangkap di bawah bangunan yang runtuh,” kata Direktur Emergency untuk Afghanistan Stefano Sozza.Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengatakan, negaranya juga akan memberikan bantuan. Sementara itu, di Vatikan, Paus Fransiskus menyampaikan doa untuk warga yang meninggal dan cedera serta “populasi Afghanistan yang menderita”.

#gempa #afghanistan #meninggal #korban #bantuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *