Toleransi Islam dan Tafsir Buya Hamka Atas Al-Maidah 69

cerdasnews.com

CERDASNEWS.COM, — “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan (begitu juga) orang Shabi’un dan Nasara, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan dia pun mengamalkan yang saleh. Maka tidaklah ada ketakutan dan tidaklah mereka akan berduka cita”. (Tafsir Al Azhar, Juz VI: hlm 312). 

Sangat menarik, Buya Hamka menafsirkan ayat ini dengan menggunakan pendekatan munasabah al ayat, yakni menghubungkan ayat yang dikaji dengan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. 

Pada ayat-ayat sebelumnya (67-68 Al Maidah), Allah menegaskan kembali perintah kepada Rasul untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Di antara dakwah yang wajib dikerjakan oleh Rasulullah, begitu juga para pengikutnya, adalah ajakan kepada Ahlul Kitab (Yahudi-Nasrani) untuk kembali menegakkan ajaran agama Allah yang benar. (Juz VI, hlm 313).

Setelah itu Hamka menjelaskan bahwa Al-Maidah ayat 69 mengajarkan prinsip yang sangat agung dalam Islam. Artinya memeluk agama adalah merupakan hak asasi. Mengakhiri tafsir atas Al Maidah ayat 69, Buya Hamka mengatakan: 

“Inilah salah satu ayat yang mengandung toleransi besar dalam Islam. Terdapatlah di sini, bahwa Islam membuka dada yang lapang bagi sekalian orang yang ingin mendekati Tuhan dengan penuh iman dan amal saleh. Bahkan orang-orang yang telah mengaku beriman sendiri, orang-orang yang telah mengucapkan dua kalimah Syahadat dan iman pun harus turut membuktikan imannya dengan amal saleh.”

Facebook Comments
BACA JUGA :  Hubungan Covid-19 dengan Ikhtiar dan Takdir